Selasa, 06 Desember 2022

Bahasa Indonesia dalam keadaan Formal

 Bahasa Indonesia dalam keadaan Formal

Gusti Khair Rahman

 

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia menjadi bahasa pemersatu bagi bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional setelah Indonesia diproklamasikan pada tanggal 18 Agustus 1945. Ketentuannya tertuang dalam Pasal 36 UUD 1945 yang menyatakan bahwa “bahasa negara haruslah bahasa Indonesia”.

 

Bahasa Indonesia pada umumnya di tulis dalam Bahasa baku yaitu Formal dan juga ada yang menggunakan Bahasa tidak baku yaitu Informal. Ciri-cirinya yaitu, menggunakan EYD (Ejaan yang Disempurnakan), Menggunakan kata baku, Menggunakan Imbuhan yang lengkap serta Menghindari unsur kedaerahan.

Bahasa Formal tentu sangat penting untuk berbagai hal dan sangat disarankan untuk mempelajarinya. Entah dalam keadaan apapun, Bahasa Indonesia yang formal sangatlah berguna.

Tujuan penggunaan Bahasa Formal itu ada berbagai macam. Diantaranya,

Bahasa Baku adalah Bahasa yang telah disusun dengan baik dan benar serta penggunaan nya pada saat yang tepat seperti Pidato, Kegiatan Belajar Mengajar, Diskusi dan pada saat berbicara dengan orang yang lebih tua atau orang penting dan mempunyai jabatan yang lebih tinggi yaitu Bos / Ketua Bidang atau Kepala Sekolah dan Dosen.

Penggunaan Bahasa formal yang baik dan benar adalah salah satu ketatapan untuk sesi Interview pada saat mendaftarkan diri ke sebuah Perusahaan atau Organisasi. Surat lamaran pekerjaan harus berisi Bahasa formal yang sesuai EYD (Ejaan yang disempurnakan).

Penggunaan Bahasa formal juga sering kita dapati di berbagai novel, cerpen, majalah bahkan semacam audiobook Bahasa Indonesia. Pendongeng yang menggunakan Bahasa Indonesia formal kepada anak-anak berdampak baik karena melestarikan penggunaan Bahasa Indonesia formal sehari-hari seperti Saya, Anda dan Anda sekalian. Contohnya lagi pada cerita rakyat yaitu Malin Kundang, Sangkuriang ataupun cerita Danau Toba dan yang terakhir yaitu contoh kisah rakyat dari Kalimantan Selatan. Putri Junjung Buih & Gunung Bini dan Gunung Laki.

Penggunaan yang lainnya yaitu pada saat membuat Karya Tulis Ilmiah, Makalah, Skripsi, Laporan, Proposal dan yang terakhir Essay.

Bahasa formal yang sangat sering kita temui dan bagi anak muda sangat berarti adalah Buku Pelajaran sekolah dan Buku Mata Kuliah. Pada dasarnya, buku mata pelajaran mencakup Bahasa Indonesia yang sangat formal dan tertata rapi beserta contoh penggunaan nya dan contoh yang baik dan benar. Begitu pula dengan buku mata kuliah yang di buat oleh Dosen dan sumber lain. Yang mencakup pendapat dan berbagai teori analisis atau teori para ahli yang terdapat pada buku mata kuliah dan juga buku mata pelajaran yang dibuat oleh Tenaga pendidik beserta sumber pengajaran. Dalam dunia perkuliahan, ada yang namanya Laprak (Laporan Praktikum) untuk fakultas Teknik, Kedokteran, MIPA dan Perikanan dan sebagainya yang semua laporannya menggunakan bahasa Indonesia yang formal.

Penggunaan Bahasa formal di haruskan penggunaannya pada saat Presentasi. Penyampaian materi yang baik dan benar adalah dengan menggunakan kata yang baku sehingga lebih enak untuk di dengar.

Untuk penggunaan Bahasa formal pada zaman sekarang, zaman Milenial, sudah sangat jarang di temukan untuk menggunakan pada kegiatan sehari-hari dikarenakan anak muda sekarang lebih suka menggunakan Bahasa informal untuk komunikasi begitu pula dengan para tertua. Dikarenakan perubahan zaman, maka Bahasa Indonesia formal jarang di temui pada kehidupan sehari-hari dan itu lebih mengutamakan untuk di berbagai acara formal itu sendiri yaitu pada acara Kelulusan, Seminar, Webinar, Penyuluhan, Sosialisasi serta pada kegiatan keagamaan yaitu Khotbah atau Ceramah pada Salat Jum’at bagi umat Muslim dan Khotbah Kristen pada Hari Minggu.

Namun, Bahasa Indonesia yang kebanyakan formal juga bisa di dapati pada aplikasi media sosial. Seperti contohnya Whatsapp, Instagram, Facebook, Twitter, Zoom, Google Meet. Aplikasi untuk pembayaran juga kerap kita dapati yaitu BNI, BRI, Dana, Ovo, Shopeepay dan lain-lain.

Dan contoh lain. Aplikasi belajar Bahasa asing. Bahasa Indonesia yang formal dan baku kerap menjadi arti dari sebuah kata atau kalimat di aplikasi belajar Bahasa asing tersebut. Aplikasi itu bisa berupa Duolingo, Memrise dan lain-lain.

Maka warga Indonesia juga bisa tak akan melupakan Bahasa formal karena kebanyakan sekarang penggunaan sosial media sangat tinggi dan bergantung untuk kehidupan. Berbeda dengan warga yang ada di pedalaman, biasanya mereka menggunakan Bahasa daerah mereka sendiri dan juga tak sedikit orang pedalaman yang paham dan mengerti berbahasa Indonesia yang formal.

Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dan sangat di sarankan untuk digunakan pada acara formal dapat meningkatkan kepercayaan diri dan menjadikan kita bisa merubah diri ke arah yang lebih positif dan menjadikannya sarana yang kuat untuk di pandang baik oleh orang lain.

Dan yang terakhir, penggunaan Bahasa Indonesia dalam keadaan formal yang baik dan benar juga dapat melatih kemampuan berbahasa sejak dini dan mengajarkannya kepada orang lain. Memberikan manfaat dan menjadikannya dukungan untuk masa depan anak-ana, remaja bahkan orang tua yang membutuhkan pengajaran yang benar.

 

Kesimpulannya, Bahasa Indonesia formal yang baik dan benar tentu sangat berguna bagi warga Indonesia. Pada saat mengerjakan essay, makalah, laporan serta presentasi. Dan dalam kehidupan sehari-hari penggunaan Bahasa formal juga dapat kita temui walau zaman sekarang sangat jarang terdengar. Tetapi, Bahasa formal tetap di lestarikan dan di pertahankan untuk Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara dan Bahasa Persatuan.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Welianto, Ari. 2019 “Bahasa Indonesia: Sejarah dan Perkembangannya” https://www.kompas.com/skola/read/2019/12/25/150000269/bahasa-indonesia-sejarah-dan-perkembangannya?page=all

 

Aulia, Syarifah Noer. 2019 “ Ivan Lanin: Penggunaan Bahasa Formal sebagai Kebiasaan Berkomunikasi”  https://www.idntimes.com/life/inspiration/syarifah-noer-aulia-1/ivan-lanin-penggunaan-bahasa-formal-sebagai-kebiasaan-berkomunikasi?page=all

 

Vlog : 5 Kalimat tidak efektif dan salah

Untuk menuju ke YouTube dan menonton Video nya, silakan klik Video yang ada dibawah ini :





Gusti Khair Rahman
2210117110018
Pendidikan Bahasa Inggris

Jumat, 18 November 2022

Kalimat Efektif

 

MAKALAH

KALIMAT EFEKTIF


Dosen Pembimbing:

Ahsani Taqwiem, S.Pd., M.Pd

 

 Kelompok 7:

1. Dini Siselawati (2210117320011)

2. Gusti Khair Rahman (2210117110018)

3. Juwita Apriyani (2210117120007)

4. Muhammad Abizar Ribawan (2210117210020)

5. Muhammad Rizky Ramadhan Kusuma Dewa (2210117310019)

6. Nanda Feria Mukarromah (2210117220052)

7. Rafi Hamdi Andhika (2210117210046)

8. Raihandika Amelia (2210117320028)

9. Ryzka Hayyuningrum (2210117220022)

10. Wahyu Stefanus Hendrawan (2210117310008)

 

 

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

2022/2023


 

KATA PENGANTAR

 

Segala puji dan syukur senantiasa kita ucapkan atas kehadirat ALLAH SWT dan junjungan Nabi Besar Muhammad SAW yang hingga saat ini masih memberikan kita nikmat dan berkat. Sehingga kami diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah tentang “Kalimat Efektif”. Makalah ini ditulis untuk memenuhi syarat nilai mata kuliah Bahasa Indonesia. Tak lupa kami ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada pihak yang telah mendukung serta membantu kami selama proses penyelesaian tugas ini hingga selesai. Serta ucapan terima kasih kepada Bapak Ahsani Taqwiem, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pengajar.

Demikian pula kami menyadari sepenuhnya bahwa keberhasilan penulisan makalah ini berkat anugerah dan karunia Allah Subhanahu wa taalajuga atas bantuan dari berbagai pihak. Kami juga sadar betul bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan baik dalam segi substansi maupun tata bahasa. Namun, kami tetap berharap agar makalah ini mampu memberikan manfaat bagi para pembaca. Oleh karena ini, saran dan kritik yang membangun dari penulisan makalah ini sangat kami harapkan sebagai masukan dalam perbaikan dan penyempurnaan pada makalah kami selanjutnya. Untuk itu kami ucapkan terima kasih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                              

 

 

 

 

 

 

 

 Banjarmasin, 12 Oktober 2022

                                                                              

 

 

 

                                                                               Kelompok 7


 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………ii

DAFTAR ISI………………………………………………………………………….iii

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………..1

    A. LATAR BELAKANG……………………………………………………………1

    B. RUMUSAN MASALAH…………………………………………………………1

    C. TUJUAN PENELITIAN………………………………………………………….2

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………....3

    A. PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF…………………………………………...3

    B. CIRI-CIRI KALIMAT EFEKTIF………………………………………………...4

    C. SYARAT-SYARAT KALIMAT EFEKTIF……………………………………...5

    D. PENYEBAB KETIDAKEFEKTIFAN KALIMAT……………………………....6

    E. STRUKTUR KALIMAT EFEKTIF………………………………………………6

    F. UNSUR-UNSUR KALIMAT EFEKTIF………………………………………….6

    G. CONTOH KALIMAT EFEKTIF DAN TIDAK EFEKTIF………………………6

BAB III PENUTUP……………………………………………………………………7

    A. SIMPULAN………………………………………………………………………7

    B. SARAN…………………………………………………………………………...7

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………….8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 1

PENDAHULUAN

 

A. LATAR BELAKANG

     Salah satu fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi antar manusia. Bahasa berisikan pikiran, keinginan, atau perasaan yang ada pada diri setiap individu. Bahasa yang digunakan sebagai media komunikasi hendaknya jelas dan mudah dimengerti, sehingga tidak menyebabkan kesalahpahaman atau miskomunikasi. Kalimat yang dapat mencapai sasarannya secara baik disebut dengan kalimat efektif.

 

     Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Jika gagasan yang disampaikan sudah tepat, pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas, dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya. Akan tetapi, kadang-kadang harapan itu tidak tercapai.

 

     Misalnya, ada sebagian lawan bicara atau pembaca tidak memahami apa maksud yang diucapkan atau yang dituliskan. Supaya kalimat yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat, unsur kalimat yang digunakan harus lengkap dan eksplisit. Artinya, unsur-unsur kalimat seharusnya ada yang tidak boleh dihilangkan. Sebaliknya, unsur-unsur yang seharusnya tidak ada tidak perlu dimunculkan. Kelengkapan dan keeksplisitan semacam itu dapat diukur berdasarkan keperluan komunikasi dan kesesuaiannya dengan kaidah.

 

     Dalam karangan ilmiah sering kita jumpai kalimat-kalimat yang tidak memenuhi syarat sebagai bahasa ilmiah. Hal ini disebabkan oleh, antara lain, mungkin kalimat-kalimat yang dituliskan kabur, kacau, tidak logis, atau bertele-tele. Dengan adanya kenyataan itu, pembaca sukar mengerti maksud kalimat yang kita sampaikankarena kalimat tersebut tidak efektif. Berdasarkan kenyataan inilah penulis tertarik untuk membahas kalimat efektif dengan segala permasalahannya.

 

B. RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah dari makalah ini yakni sebagai berikut:

1. Apa yang dimaksud dengan kalimat efektif?

2. Apa saja ciri-ciri kalimat efektif?

3. Apa saja syarat-syarart kalimat efektif?

4. Apa penyebab ketidakefektifan kalimat?

5. Bagaimana struktur kalimat efektif?

6. Bagaimana bentuk kalimat efektif?

 

C. TUJUAN PEMBAHASAN

Adapun tujuan dari menyusun makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui apa dan bagaimana penggunaan kalimat efektif dalam berbahasa.

2. Untuk mengetahui ciri-ciri kalimat efektif.

3. Untuk mengetahui syarat-syarat kalimat efektif

4. Untuk mengetahui penyebab ketidakefektifan kalimat.

5. Untuk mengetahui struktur kalimat efektif.

6. Untuk mengetahui bentuk kalimat efektif.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A. PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

 

Menurut Kridalaksana (2001:97) kalimat adalah kalimat adalah satuan bahasa yang relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, baik secara aktual maupun potensial terdiri atas klausa. Kalimat efektif dikenal dalam hubungan fungsi kalimat selaku alat komunikasi (Razak, 1986:2). Kalimat efektif adalah kalimat yang bersifat padat, jelas, singkat, lengkap, dan dapat memberikan informasi secara tepat (Widjono, 2012: 205).

 

Kalimat efektif ialah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasangagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam pikiran pembaca atau penulis. Selain itu Akhadiah juga menyatakan bahwa kalimat efektif adalah kalimat yang harus memiliki persyaratan gramatikal disusun berdasarkan kaidah yang berlaku seperti:

 

1) Unsur-unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat.

        2) Aturan tentang Ejaan yang disempurnakan.

3) Cara memilih kata dalam kalimat (diksi).

 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kalimat merupakan satuan bahasa yang bersifat relatif berdiri sendiri, memiliki pola intonasi yang mengungkapkan gagasan seseorang secara terbuka, sedangkan kalimat efektif merupakan kalimat sebagai alat komunikasi yang memberikan sebuah gagasan, pikiran dan perasaan penulis kepada pembaca.

 

B. CIRI-CIRI KALIMAT EFEKTIF

 

1). KESEPADANAN

Kesepadanan adalah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dengan struktur bahasa yang dipakai. Kesepadanan kalimat memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:

         

          a. Kalimat ini mempunyai subjek dan prediket yang jelas. Kejelasan subjek dan prediket suatu kalimat dapat dilakukan dengan menghindarkan penggunaan kata depan di, dalam, untuk, pada dan sebagainya di depan subjek. Contoh: Kepada hadirin dimohon berdiri.

          b. Tidak terdapat subjek yang ganda. Misalnya sebagai berikut:

          1) Soal itu saya kurang jelas

          2) Orang itu wataknya jahat

   

          c. Beberapa kata penghubung intrakalimat (seperti sehingga, dan, atau, lalu, kemudian, sedangkan, bahkan) tidak digunakan pada kalimat tunggal. Misalnya, Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama.

 

2). KEPARALELAN

          Keparalelan adalah kesamaan atau kesejajaran bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya kalau bentuk pertama menggunakan ungkapan nominal, bentuk kedua dan seterusnya hendaknya juga menggunakan bentuk nominal, kalau kata pertama menggunakan bentuk verbal, hendaknya yang kedua dan seterusnya juga menggunakan bentuk verbal.

 

          Contoh: Semakin berumus seharusnya manusia semakin bermoral, bijaksana, dan bertanggungjawab.

 

3). KEHEMATAN

          Kehematan adalah menghindari penggunaan frase, atau bentuk kata lain yang tidak perlu, sejauhmana untuk menyalahi kaidah tatabahasa dan tidak mengubah makna. Penghematan kata dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

 

          a. Hindari penggulangan subjek yang tidak diperlukan, Misalnya : Karena dia tidak diundang dia tidak datang pada acara itu.

          b. Hindari penggunaan superordinat pada hiponim kata. Misalnya, Ia memakai baju warna merah.

          c. Hindari kesenoniman dalam suatu kalimat. Misalnya: Mulai sejak dari pagi dia hanya bermenung saja.

          d. Hindari penjamakan kata-kata yang sudah berbentuk jamak. Misalnya: Masih banyak hal-hal yang sudah harus dibahas.

 

4. KECERMATAN

          Kecermatan adalah kalimat yang menimbulkan pengertian yang ganda dan tepat dalam pelihan kata. Contohnya: Dialah istri Pak Lurah yang baru.

 

5. KEPADANAN

          Kepadanan adalah suatu kepadanan pernyataan dalam kalimat itu sehingga informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah.

 

          Berikut ciri-cirinya:

          a. Kalimat yang padu tidak bertele-tele.

          b. Kalimat yang padu menggunakan aspek + agen + verba + secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat persona. Misalnya Surat itu saya sudah baca .

          c. Kalimat yang tidak perlu menyisipkan sebuah kata antara predikat kata kerja transisi dan objek penderita. Misalnya Mahasiswa harus menyadari akan pentingnya perpustakaan.

 

6. KELOGISAN

         

          Kelogisan adalah ide yang ada dalam kalimat itu dapat diterima oleh akal dan sesuai dengan ejaan yang berlaku misalnya: waktu dan tempat kami persilahkan.

 

C. SYARAT SYARAT KALIMAT EFEKTIF

Adapun syarat-syarat kalimat efektif adalah sebagai berikut:

1. Memiliki kesepadanan, subjek, prediket, kata penghubung dalam dan antar

kalimat.

2. Memiliki kesejajaran/parelelisme: kontruksi bahasa dalam susunan serial.

3. Penekanan kalimat, dengan ditandai penggulangan subjek kalimat, hiponim,

dan penggunaan kata secara tepat.

4. Penggunaan variasi kalimat, yaitu dalam hal letak, aktif-pasif, deduktif-induktif, dan panjang-pendeknya kalimat.

 

 

D. KETIDAKEFEKTIFAN KALIMAT EFEKTIF

 

            Keefektifan sebuah kalimat ditandai dengan ketepatan kalimat yang menunjukkan gagasan penulis dan mengakibatkan gagasan yang tepat dalam pikiran pembaca. Sebaliknya kalimat yang strukturnya campur aduk, tidak mewujudkan kesatuan apapun dan merupakan suatu pernyataan yang kosong disebut kalimat tidak efektif (Razak, 1986:7). Kalimat yang pola strukturnya salah menurut tata bahasa, jelas tidak efektif (Razak, 1986:3).

 

          Ketidakefektifan kalimat dapat disebabkan oleh beberapa faktor.  Faktor-faktor tersebut meliputi (a) kontaminasi atau kerancuan, (b) pleonasme, (c) ambiguitas, (d) ketidakjelasan unsur kalimat, (e) kemubaziran preposisi, (f) kesalahan nalar, (g) ketidaktepatan bentuk kata, (h) ketidaktepatan makna kata, (i) pengaruh bahasa daerah, dan (j) pengaruh bahasa asing (Putrayasa, 2010:95).

 

            Teori ini digunakan sebagai acuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab ketidakefektifan kalimat yang beberapa faktor dijelaskan sebagai berikut:

 

1. KONTAMINASI ATAU KERANCUAN

Kalimat rancu adalah kalimat yang mengandung kekacauan sehingga informasi yang terdapat dalam kalimat tersebut sulit dipahami (Putrayasa, 2010:95). Badudu (1993) dalam Putrayasa (2010:96), mengatakan bahwa gejala kontaminasi atau kerancuan dapat dibedakan menjadi kontaminasi kalimat, kontaminasi susunan kata, dan kontaminasi bentukan kata.

 

2. PLEONASME

Pleonasme berarti pemakaian kata-kata yang berlebihan.

 

3. AMBIGUITAS

Ambiguitas adalah kalimat yang memenuhi ketentuan tata bahasa, tetapi masih menimbulkan tafsiran ganda.

 

4. KETIDAKJELASAN UNSUR KALIMAT

Kelengkapan unsur kalimat sekurang-kurangnya harus memenuhi dua hal, yaitu subjek dan predikat. Jika predikat kalimat itu berupa kata kerja transitif, unsur kalimat yang disebut objek juga harus hadir. Unsur lain, yakni keterangan, kehadirannya bersifat sekunder atau tidak terlalu dipentingkan.

 

5. KEMUBAZIRAN PREPOSISI DAN KATA

Ketidakefektifan kalimat sering disebabkan oleh pemakaian preposisi yang tidak perlu.

Contoh:

a. Anak dari Pak Bagus menjadi polisi.

 

Berdasarkan struktur bahasa Indonesia, kalimat-kalimat tersebut dapat diperbaiki menjadi:

a. Anak Pak Bagus menjadi polisi.

 

6. KESALAHAN NALAR

Nalar menentukan apakah kalimat yang kita tuturkan adalah kalimat yang logis atau tidak. Nalar adalah aktivitas yang memungkinkan seseorang berpikir logis. Pikiran yang logis adalah pikiran yang masuk akal dan dapat diterima.

 

7. KETIDAKTEPATAN BENTUK KATA

Dewasa ini, banyak kita jumpai bentuk kata yang menyimpang (tidak tepat) dari aturan yang ada. Misalnya: pengrusakan, pengluasan, perlawatan, dan perletakan. Bentuk seperti ini timbul karena pengaruh bahasa Jawa (Suyanto, 2011: 61).

 

8. KETIDAKTEPATAN MAKNA KATA

Di samping ketidaktepatan makna kata yang menjadi penyebab ketidakefektifan kalimat, hubungan kata dengan maknanya juga sering menimbulkan ketidakefektifan kalimat. Kita baru bisa menggunakan kata-kata tersebut dengan benar jika mengerti hal-hal yang menyangkut masalah hubungan kata dengan maknanya, seperti masalah (1) konsep makna, (2) homonimi, (3) polisemi, (4) hipernimi dan hiponimi, (5) sinonimi, (6) antonimi, dan (7) konotasi.

 

9. PENGARUH BAHASA DAERAH

Biasanya ketidakefektifan kalimat karena pengaruh bahasa daerah ditunjukkan oleh pemakaian kata-kata serapan atau kesalahan penulisan akibat pengaruh dialek dan budaya bahasa daerah sehari-hari seperti bunyi huruf ‘f’ dan ‘p’ pada orang Sunda.

 

10. PENGARUH BAHASA ASING

Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia tidak terlepas dari pengaruh bahasa lain, bahasa daerah dan bahasa asing. Pengaruh itu di satu sisi dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia, tetapi di sisi lain dapat juga mengganggu kaidah tata bahasa Indonesia sehingga menimbulkan ketidakefektifan kalimat.

 

 

E. STRUKTUR KALIMAT EFEKTIF

 

Kalimat efektif terdiri dari kalimat pasif dan aktif yang jelas. Kalimat ini terdiri dari subjek, predikat, dan keterangan yang jelas. Antara induk dan anak kalimat saling berhubungan. Syarat kalimat efektif lainnya yaitu tidak memiliki subjek ganda, serta predikatnya tidak boleh didahulu kata yang. Adapun struktur kalimat efektif antara lain ;

 

1. STRUKTUR KALIMAT EFEKTIF UMUM

 

Unsur-unsur yang terdapat pada kalimat umum ini masih dibagi dua, yaitu unsur wajib serta unsur tidak wajib. Unsur wajib ialah subjek serta predikat, sementara unsur tidak wajib ialah unsur yang boleh disertakan dan boleh tidak disertakan, termasuk kata kerja bantu.

2. STRUKTUR KALIMAT EFEKTIF PARALEL

 

Struktur kalimat efektif pararel umumnya menggunakan bentuk bahasa yang sama dalam suatu susunan serial. Kalimat efektif pararel ini banyak ditemukan pada tutorial, resep atau karya tulis lain yang menggunakan bentuk bahasa sama.

3. STRUKTUR KALIMAT PERIODIK

Struktur ini akan lebih mengemukakan unsur tambahan baru lalu barulah menuju unsur intinya. Hal ini dilakukan agar dapat menarik perhatian pembaca.

 

F. UNSUR-UNSUR KALIMAT EFEKTIF

S-P-O-K (Subjek – Predikat – Objek – Keterangan)

Subjek

Subjek adalah aktor atau orang yang melakukan pekerjaan tertentu dalam kalimat. Secara umum, subjek adalah kata benda, seperti nama panggilan orang, hewan, tumbuhan, benda, dan lainnya.

Predikat

Predikat adalah unsur kalimat dalam bentuk tindakan yang dilakukan oleh subjek dalam kalimat.

Objek

Objek adalah unsur kalimat yang digambarkan sebagai sesuatu yang tunduk pada tindakan atau aktivitas subjek.

Keterangan

Unsur keterangan dalam fungsi kalimat sebagai penjelasan di mana, kapan, dan bagaimana suatu peristiwa terjadi dalam kalimat. Deskripsi dalam penawaran mungkin:

 

• Keterangan alat = memakai, mengendarai dan menggunakan.

• Keterangan waktu = sewaktu, jam dan pada.

• Keterangan cara = dengan

• Keterangan tempat = di –

• Keterangan tujuan = supaya dan agar

 

G. CONTOH KALIMAT EFEKTIF DAN TIDAK EFEKTIF

 

Efektif :

 

·       Andi dan Budi bermain bola di lapangan. 

·       Uang palsu bisa dicek dengan cara diraba, diterawang, dan dilihat.

·       Andi kehilangan dompet saat pergi ke pasar.

·       Agus menanam pohon buah di taman.

·       Ruang kerja digunakan untuk membaca koran. 

 

Tidak efektif :

 

·       Ada banyak macam-macam makanan disediakan oleh restoran itu.

·       Demi untuk anaknya, Ika bekerja sangat keras. 

·       Saran dikemukakan olehnya akan dipertimbangkan. 

·       Gula rasa manis sekali. 

·       Budi buah jambu. 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

A.    SIMPULAN

Kalimat efektif merupakan kalimat yang bisa mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas & lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya. Kalimat efektif disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku, seperti unsur-unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat, memperhatikan ejaan yang disempurnakan serta cara memilih kata (diksi) yang tepat dalam kalimat. Jenis kalimat ini terdiri dari Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan (SPOK). Biasanya, kalimat efektif digunakan dalam sebuah teks ilmiah seperti makalah, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi, dan sejenisnya.

B.    SARAN

Demikianlah makalah "Kalimat Efektif" ini Penulis susun. Semoga apa yang telah Penulis uraikan diatas mengenai kalimat efektif, ciri-ciri Kalimat Efektif, struktur kalimat efektif, penyebab ketidakefektifan kalimat beserta contoh kalimat efektif dapat bermanfaat bagi kita semua.

Penulis menyarankan kita semua, agar dapat membedakan mana kalimat yang efektif dan mana yang tidak. Agar komunikasi dapat berjalan dengan baik. Apalagi kedepannya kita akan menjadi seorang pendidik. Tentulah kita harus tau menggunakan kalimat efektif agar nantinya peserta didik kita dapat memahami dengan jelas apa yang kita sampaikan baik berupa penjelasan atau perkataan maupun tulisan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Brainacademy.id (2022, 7 Juni). Pengertian Kalimat Efektif. Diakses pada 23 September 2022, dari https://www.brainacademy.id/blog/cara-memahami-kalimat-efektif

Kompas.com (2022, 27 Agustus). Pengertian Kalimat Efektif. Diakses pada 23 September 2022, dari https://www.kompas.com/skola/read/2022/08/27/103000269/kalimat-efektif--pengertian-ciri-ciri-dan-contohnya?page=all

Katadata.co.id (2021, 3 Desember). Pengertian Kalimat Efektif. Diakses pada 23 September 2022, dari https://katadata.co.id/safrezi/berita/61a88a78b8c8b/contoh-syarat-dan-ciri-ciri-kalimat-efektif-dalam-bahasa-indonesia

Bola.com (2022, 2 Juni). Pengertian Menurut Para Ahli. Diakses pada 23 September 2022, dari https://www.bola.com/ragam/read/4976456/pengertian-kalimat-efektif-menurut-para-ahli-syarat-ciri-unsur-dan-contohnya

Xerpihan.id (2022, 7 Oktober). Pengertian Menurut Para Ahli. Diakses pada 23 September 2022, dari https://xerpihan.id/blog/1334/apa-itu-kalimat-efektif-pengertian-ciri-syarat-dan-contoh-kalimat-efektif/

Tinyurl.com (2022, 7 Agustus). Ciri-ciri Kalimat Efektif. Diakses pada 24 September 2022, dari https://tinyurl.com/2t45w4rm

Penerbitdeeppublish.com (2021, 22 Oktober). Contoh kalimat efektif dan tidak efektif. Diakses pada 24 September 2022, dari https://penerbitdeepublish.com/contoh-kalimat-tidak-efektif/

123dok.com (2022). Penyebab Ketidakefektifan Kalimat. Diakses pada 24 September 2022, dari https://123dok.com/article/faktor-penyebab-ketidakefektifan-kalimat-kalimat-kalimat-efektif.dzx34g4z

Cerdika.com (2020, 1 April). Struktur Kalimat Efektif. Diakses pada 24 September 2022, dari https://cerdika.com/kalimat-efektif/

Majalahpendidikan.com (2022, 1 September). Unsur-unsur Kalimat Efektif. Diakses pada 24 September 2022, dari https://majalahpendidikan.com/spok/

Zalzabila, Adinda Nafa dkk.2020. Pengertian dan Ciri-Ciri Kalimat Efektif dan Penggunaan Kalimat Efektif. Sumatera Barat: STIKES Sumatera Barat, dari https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0,5&qsp=3&q=pengertian+kalimat+efektif&qst=ib#d=gs_qabs&t=1665466675196&u=%23p%3D8HvzJkKqdhgJ



Bahasa Indonesia dalam keadaan Formal

  Bahasa Indonesia dalam keadaan Formal Gusti Khair Rahman   Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia menjadi...