MAKALAH
KALIMAT EFEKTIF
Dosen Pembimbing:
Ahsani Taqwiem, S.Pd., M.Pd
Kelompok 7:
1. Dini Siselawati (2210117320011)
2. Gusti Khair Rahman (2210117110018)
3. Juwita Apriyani (2210117120007)
4. Muhammad Abizar Ribawan (2210117210020)
5. Muhammad Rizky Ramadhan Kusuma Dewa (2210117310019)
6. Nanda Feria Mukarromah (2210117220052)
7. Rafi Hamdi Andhika (2210117210046)
8. Raihandika Amelia (2210117320028)
9. Ryzka Hayyuningrum (2210117220022)
10. Wahyu Stefanus Hendrawan (2210117310008)
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
2022/2023
KATA
PENGANTAR
Segala puji dan syukur
senantiasa kita ucapkan atas kehadirat ALLAH SWT dan junjungan Nabi Besar
Muhammad SAW yang hingga saat ini masih memberikan kita nikmat dan berkat.
Sehingga kami diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah tentang “Kalimat
Efektif”. Makalah ini ditulis untuk memenuhi syarat nilai mata kuliah Bahasa Indonesia. Tak lupa kami ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada
pihak yang telah mendukung serta membantu kami selama proses penyelesaian tugas
ini hingga selesai. Serta ucapan terima kasih kepada Bapak Ahsani Taqwiem, S.Pd.,
M.Pd. selaku
dosen pengajar.
Demikian pula kami menyadari
sepenuhnya bahwa keberhasilan penulisan makalah ini berkat anugerah dan karunia
Allah Subhanahu wa taalajuga atas bantuan dari berbagai pihak. Kami juga sadar
betul bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan
kesalahan baik dalam segi substansi maupun tata bahasa. Namun, kami tetap
berharap agar makalah ini mampu memberikan manfaat bagi para pembaca. Oleh
karena ini, saran dan kritik yang membangun dari penulisan makalah ini sangat
kami harapkan sebagai masukan dalam perbaikan dan penyempurnaan pada makalah
kami selanjutnya. Untuk itu kami ucapkan terima kasih.
Banjarmasin, 12 Oktober 2022
Kelompok 7
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………………….iii
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………..1
A.
LATAR BELAKANG……………………………………………………………1
B.
RUMUSAN MASALAH…………………………………………………………1
C.
TUJUAN PENELITIAN………………………………………………………….2
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………....3
A.
PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF…………………………………………...3
B.
CIRI-CIRI KALIMAT EFEKTIF………………………………………………...4
C.
SYARAT-SYARAT KALIMAT EFEKTIF……………………………………...5
D.
PENYEBAB KETIDAKEFEKTIFAN KALIMAT……………………………....6
E.
STRUKTUR KALIMAT EFEKTIF………………………………………………6
F.
UNSUR-UNSUR KALIMAT EFEKTIF………………………………………….6
G.
CONTOH KALIMAT EFEKTIF DAN TIDAK EFEKTIF………………………6
BAB III PENUTUP……………………………………………………………………7
A. SIMPULAN………………………………………………………………………7
B. SARAN…………………………………………………………………………...7
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………….8
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Salah satu
fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi antar manusia. Bahasa berisikan
pikiran, keinginan, atau perasaan yang ada pada diri setiap individu. Bahasa
yang digunakan sebagai media komunikasi hendaknya jelas dan mudah dimengerti,
sehingga tidak menyebabkan kesalahpahaman atau miskomunikasi. Kalimat yang
dapat mencapai sasarannya secara baik disebut dengan kalimat efektif.
Kalimat
efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat
dan dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula. Jika gagasan yang
disampaikan sudah tepat, pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut
dengan mudah, jelas, dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau
pembicaranya. Akan tetapi, kadang-kadang harapan itu tidak tercapai.
Misalnya,
ada sebagian lawan bicara atau pembaca tidak memahami apa maksud yang diucapkan
atau yang dituliskan. Supaya kalimat yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan
pemakainya secara tepat, unsur kalimat yang digunakan harus lengkap dan
eksplisit. Artinya, unsur-unsur kalimat seharusnya ada yang tidak boleh
dihilangkan. Sebaliknya, unsur-unsur yang seharusnya tidak ada tidak perlu
dimunculkan. Kelengkapan dan keeksplisitan semacam itu dapat diukur berdasarkan
keperluan komunikasi dan kesesuaiannya dengan kaidah.
Dalam
karangan ilmiah sering kita jumpai kalimat-kalimat yang tidak memenuhi syarat
sebagai bahasa ilmiah. Hal ini disebabkan oleh, antara lain, mungkin kalimat-kalimat
yang dituliskan kabur, kacau, tidak logis, atau bertele-tele. Dengan adanya
kenyataan itu, pembaca sukar mengerti maksud kalimat yang kita sampaikankarena
kalimat tersebut tidak efektif. Berdasarkan kenyataan inilah penulis tertarik
untuk membahas kalimat efektif dengan segala permasalahannya.
B. RUMUSAN MASALAH
Adapun
rumusan masalah dari makalah ini yakni sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan kalimat efektif?
2. Apa saja ciri-ciri kalimat efektif?
3. Apa saja syarat-syarart kalimat efektif?
4. Apa penyebab ketidakefektifan kalimat?
5. Bagaimana struktur kalimat efektif?
6. Bagaimana bentuk kalimat efektif?
C. TUJUAN PEMBAHASAN
Adapun tujuan
dari menyusun makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui apa dan bagaimana penggunaan kalimat efektif dalam
berbahasa.
2. Untuk mengetahui ciri-ciri kalimat efektif.
3. Untuk mengetahui syarat-syarat kalimat efektif
4. Untuk mengetahui penyebab ketidakefektifan kalimat.
5. Untuk mengetahui struktur kalimat efektif.
6. Untuk mengetahui bentuk kalimat efektif.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF
Menurut Kridalaksana
(2001:97) kalimat adalah kalimat adalah satuan bahasa yang relatif berdiri
sendiri, mempunyai pola intonasi final, baik secara aktual maupun potensial
terdiri atas klausa. Kalimat efektif dikenal dalam hubungan fungsi kalimat
selaku alat komunikasi (Razak, 1986:2). Kalimat efektif adalah kalimat yang
bersifat padat, jelas, singkat, lengkap, dan dapat memberikan informasi secara
tepat (Widjono, 2012: 205).
Kalimat efektif ialah
kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasangagasan pada
pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam pikiran pembaca atau
penulis. Selain itu Akhadiah juga menyatakan bahwa kalimat efektif adalah kalimat
yang harus memiliki persyaratan gramatikal disusun berdasarkan kaidah yang
berlaku seperti:
1) Unsur-unsur penting
yang harus dimiliki setiap kalimat.
2) Aturan tentang Ejaan yang
disempurnakan.
3) Cara memilih kata
dalam kalimat (diksi).
Jadi, dapat disimpulkan
bahwa kalimat merupakan satuan bahasa yang bersifat relatif berdiri sendiri,
memiliki pola intonasi yang mengungkapkan gagasan seseorang secara terbuka,
sedangkan kalimat efektif merupakan kalimat sebagai alat komunikasi yang memberikan
sebuah gagasan, pikiran dan perasaan penulis kepada pembaca.
B.
CIRI-CIRI KALIMAT EFEKTIF
1).
KESEPADANAN
Kesepadanan adalah
keseimbangan antara pikiran (gagasan) dengan struktur bahasa yang dipakai.
Kesepadanan kalimat memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut:
a. Kalimat ini mempunyai subjek dan
prediket yang jelas. Kejelasan subjek dan prediket suatu kalimat dapat
dilakukan dengan menghindarkan penggunaan kata depan di, dalam, untuk, pada dan
sebagainya di depan subjek. Contoh: Kepada hadirin dimohon berdiri.
b. Tidak terdapat subjek yang ganda.
Misalnya sebagai berikut:
1) Soal itu saya kurang jelas
2) Orang itu wataknya jahat
c. Beberapa kata penghubung
intrakalimat (seperti sehingga, dan, atau, lalu, kemudian, sedangkan, bahkan)
tidak digunakan pada kalimat tunggal. Misalnya, Kami datang agak terlambat.
Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama.
2).
KEPARALELAN
Keparalelan adalah kesamaan atau
kesejajaran bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya kalau bentuk
pertama menggunakan ungkapan nominal, bentuk kedua dan seterusnya hendaknya
juga menggunakan bentuk nominal, kalau kata pertama menggunakan bentuk verbal,
hendaknya yang kedua dan seterusnya juga menggunakan bentuk verbal.
Contoh: Semakin berumus seharusnya
manusia semakin bermoral, bijaksana, dan bertanggungjawab.
3).
KEHEMATAN
Kehematan adalah menghindari
penggunaan frase, atau bentuk kata lain yang tidak perlu, sejauhmana untuk
menyalahi kaidah tatabahasa dan tidak mengubah makna. Penghematan kata dapat
dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Hindari penggulangan subjek yang
tidak diperlukan, Misalnya : Karena dia tidak diundang dia tidak datang pada
acara itu.
b. Hindari penggunaan superordinat
pada hiponim kata. Misalnya, Ia memakai baju warna merah.
c. Hindari kesenoniman dalam suatu kalimat.
Misalnya: Mulai sejak dari pagi dia hanya bermenung saja.
d. Hindari penjamakan kata-kata yang
sudah berbentuk jamak. Misalnya: Masih banyak hal-hal yang sudah harus
dibahas.
4.
KECERMATAN
Kecermatan adalah kalimat yang
menimbulkan pengertian yang ganda dan tepat dalam pelihan kata. Contohnya: Dialah
istri Pak Lurah yang baru.
5.
KEPADANAN
Kepadanan adalah suatu kepadanan
pernyataan dalam kalimat itu sehingga informasi yang disampaikan tidak
terpecah-pecah.
Berikut ciri-cirinya:
a. Kalimat yang padu tidak
bertele-tele.
b. Kalimat yang padu menggunakan aspek
+ agen + verba + secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat persona.
Misalnya Surat itu saya sudah baca .
c. Kalimat yang tidak perlu
menyisipkan sebuah kata antara predikat kata kerja transisi dan objek
penderita. Misalnya Mahasiswa harus menyadari akan pentingnya perpustakaan.
6.
KELOGISAN
Kelogisan adalah ide yang ada dalam
kalimat itu dapat diterima oleh akal dan sesuai dengan ejaan yang berlaku
misalnya: waktu dan tempat kami persilahkan.
C.
SYARAT SYARAT KALIMAT EFEKTIF
Adapun syarat-syarat kalimat efektif adalah sebagai
berikut:
1. Memiliki kesepadanan, subjek, prediket, kata
penghubung dalam dan antar
kalimat.
2. Memiliki kesejajaran/parelelisme: kontruksi bahasa
dalam susunan serial.
3. Penekanan kalimat, dengan ditandai penggulangan
subjek kalimat, hiponim,
dan penggunaan kata secara tepat.
4. Penggunaan variasi kalimat, yaitu dalam hal letak,
aktif-pasif, deduktif-induktif, dan panjang-pendeknya kalimat.
D.
KETIDAKEFEKTIFAN KALIMAT EFEKTIF
Keefektifan sebuah
kalimat ditandai dengan ketepatan kalimat yang menunjukkan gagasan penulis dan
mengakibatkan gagasan yang tepat dalam pikiran pembaca. Sebaliknya kalimat yang
strukturnya campur aduk, tidak mewujudkan kesatuan apapun dan merupakan suatu
pernyataan yang kosong disebut kalimat tidak efektif (Razak, 1986:7). Kalimat
yang pola strukturnya salah menurut tata bahasa, jelas tidak efektif (Razak,
1986:3).
Ketidakefektifan
kalimat dapat disebabkan oleh beberapa faktor.
Faktor-faktor tersebut meliputi (a) kontaminasi atau kerancuan, (b)
pleonasme, (c) ambiguitas, (d) ketidakjelasan unsur kalimat, (e) kemubaziran
preposisi, (f) kesalahan nalar, (g) ketidaktepatan bentuk kata, (h)
ketidaktepatan makna kata, (i) pengaruh bahasa daerah, dan (j) pengaruh bahasa
asing (Putrayasa, 2010:95).
Teori ini digunakan sebagai acuan
untuk menganalisis faktor-faktor penyebab ketidakefektifan kalimat yang
beberapa faktor dijelaskan sebagai berikut:
1. KONTAMINASI ATAU KERANCUAN
Kalimat rancu
adalah kalimat yang mengandung kekacauan sehingga informasi yang terdapat dalam
kalimat tersebut sulit dipahami (Putrayasa, 2010:95). Badudu (1993) dalam
Putrayasa (2010:96), mengatakan bahwa gejala kontaminasi atau kerancuan dapat
dibedakan menjadi kontaminasi kalimat, kontaminasi susunan kata, dan
kontaminasi bentukan kata.
2. PLEONASME
Pleonasme berarti
pemakaian kata-kata yang berlebihan.
3. AMBIGUITAS
Ambiguitas adalah
kalimat yang memenuhi ketentuan tata bahasa, tetapi masih menimbulkan tafsiran
ganda.
4. KETIDAKJELASAN UNSUR KALIMAT
Kelengkapan unsur
kalimat sekurang-kurangnya harus memenuhi dua hal, yaitu subjek dan predikat.
Jika predikat kalimat itu berupa kata kerja transitif, unsur kalimat yang
disebut objek juga harus hadir. Unsur lain, yakni keterangan, kehadirannya
bersifat sekunder atau tidak terlalu dipentingkan.
5. KEMUBAZIRAN PREPOSISI DAN KATA
Ketidakefektifan
kalimat sering disebabkan oleh pemakaian preposisi yang tidak perlu.
Contoh:
a. Anak dari Pak Bagus menjadi polisi.
Berdasarkan
struktur bahasa Indonesia, kalimat-kalimat tersebut dapat diperbaiki menjadi:
a. Anak Pak Bagus menjadi polisi.
6. KESALAHAN NALAR
Nalar menentukan
apakah kalimat yang kita tuturkan adalah kalimat yang logis atau tidak. Nalar
adalah aktivitas yang memungkinkan seseorang berpikir logis. Pikiran yang logis
adalah pikiran yang masuk akal dan dapat diterima.
7. KETIDAKTEPATAN BENTUK KATA
Dewasa ini, banyak
kita jumpai bentuk kata yang menyimpang (tidak tepat) dari aturan yang ada.
Misalnya: pengrusakan, pengluasan, perlawatan, dan perletakan. Bentuk seperti ini
timbul karena pengaruh bahasa Jawa (Suyanto, 2011: 61).
8. KETIDAKTEPATAN MAKNA KATA
Di samping
ketidaktepatan makna kata yang menjadi penyebab ketidakefektifan kalimat,
hubungan kata dengan maknanya juga sering menimbulkan ketidakefektifan kalimat.
Kita baru bisa menggunakan kata-kata tersebut dengan benar jika mengerti
hal-hal yang menyangkut masalah hubungan kata dengan maknanya, seperti masalah
(1) konsep makna, (2) homonimi, (3) polisemi, (4) hipernimi dan hiponimi, (5)
sinonimi, (6) antonimi, dan (7) konotasi.
9. PENGARUH BAHASA DAERAH
Biasanya
ketidakefektifan kalimat karena pengaruh bahasa daerah ditunjukkan oleh
pemakaian kata-kata serapan atau kesalahan penulisan akibat pengaruh dialek dan
budaya bahasa daerah sehari-hari seperti bunyi huruf ‘f’ dan ‘p’ pada orang
Sunda.
10. PENGARUH BAHASA ASING
Dalam
perkembangannya, bahasa Indonesia tidak terlepas dari pengaruh bahasa lain,
bahasa daerah dan bahasa asing. Pengaruh itu di satu sisi dapat memperkaya
khazanah bahasa Indonesia, tetapi di sisi lain dapat juga mengganggu kaidah
tata bahasa Indonesia sehingga menimbulkan ketidakefektifan kalimat.
E. STRUKTUR
KALIMAT EFEKTIF
Kalimat efektif terdiri dari kalimat pasif
dan aktif yang jelas. Kalimat ini terdiri dari subjek,
predikat, dan keterangan yang jelas. Antara induk dan anak kalimat saling
berhubungan. Syarat kalimat efektif lainnya yaitu tidak
memiliki subjek ganda, serta predikatnya tidak boleh didahulu kata yang. Adapun struktur kalimat efektif antara lain ;
1. STRUKTUR KALIMAT EFEKTIF UMUM
Unsur-unsur yang terdapat pada kalimat umum ini masih
dibagi dua, yaitu unsur wajib serta unsur tidak wajib. Unsur wajib ialah subjek
serta predikat, sementara unsur tidak wajib ialah unsur yang boleh disertakan
dan boleh tidak disertakan, termasuk kata kerja bantu.
2. STRUKTUR KALIMAT EFEKTIF PARALEL
Struktur
kalimat efektif pararel umumnya menggunakan bentuk bahasa yang sama dalam suatu
susunan serial. Kalimat efektif pararel ini banyak ditemukan pada tutorial,
resep atau karya tulis lain yang menggunakan bentuk bahasa sama.
3. STRUKTUR
KALIMAT PERIODIK
Struktur ini akan lebih mengemukakan unsur tambahan baru
lalu barulah menuju unsur intinya. Hal ini dilakukan agar dapat menarik
perhatian pembaca.
F.
UNSUR-UNSUR KALIMAT EFEKTIF
S-P-O-K
(Subjek – Predikat – Objek – Keterangan)
Subjek
Subjek adalah aktor atau orang yang melakukan
pekerjaan tertentu dalam kalimat. Secara umum, subjek adalah kata benda,
seperti nama panggilan orang, hewan, tumbuhan, benda, dan lainnya.
Predikat
Predikat adalah unsur kalimat dalam bentuk tindakan
yang dilakukan oleh subjek dalam kalimat.
Objek
Objek adalah unsur kalimat yang digambarkan sebagai
sesuatu yang tunduk pada tindakan atau aktivitas subjek.
Keterangan
Unsur keterangan dalam fungsi kalimat sebagai
penjelasan di mana, kapan, dan bagaimana suatu peristiwa terjadi dalam kalimat.
Deskripsi dalam penawaran mungkin:
• Keterangan alat = memakai, mengendarai dan
menggunakan.
• Keterangan waktu = sewaktu, jam dan pada.
• Keterangan cara = dengan
• Keterangan tempat = di –
• Keterangan tujuan = supaya dan agar
G. CONTOH KALIMAT EFEKTIF DAN TIDAK EFEKTIF
Efektif :
· Andi dan Budi bermain bola
di lapangan.
· Uang palsu bisa dicek
dengan cara diraba, diterawang, dan dilihat.
· Andi kehilangan dompet
saat pergi ke pasar.
· Agus menanam pohon buah di
taman.
· Ruang kerja digunakan
untuk membaca koran.
Tidak efektif :
· Ada banyak macam-macam
makanan disediakan oleh restoran itu.
· Demi untuk anaknya, Ika
bekerja sangat keras.
· Saran dikemukakan olehnya
akan dipertimbangkan.
· Gula rasa manis
sekali.
· Budi buah jambu.
BAB III
A.
SIMPULAN
Kalimat efektif merupakan kalimat yang bisa mewakili
pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pendengar/pembaca dapat
memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas & lengkap seperti apa yang
dimaksud oleh penulis atau pembicaranya. Kalimat efektif disusun berdasarkan
kaidah-kaidah yang berlaku, seperti unsur-unsur penting yang harus dimiliki
setiap kalimat, memperhatikan ejaan yang disempurnakan serta cara memilih kata
(diksi) yang tepat dalam kalimat. Jenis kalimat ini terdiri dari Subjek,
Predikat, Objek, dan Keterangan (SPOK). Biasanya, kalimat efektif digunakan
dalam sebuah teks ilmiah seperti makalah, laporan penelitian, skripsi, tesis,
disertasi, dan sejenisnya.
B.
SARAN
Demikianlah makalah
"Kalimat Efektif" ini Penulis susun. Semoga apa yang telah Penulis
uraikan diatas mengenai kalimat efektif, ciri-ciri Kalimat Efektif, struktur
kalimat efektif, penyebab ketidakefektifan kalimat beserta contoh kalimat
efektif dapat bermanfaat bagi kita semua.
Penulis menyarankan kita semua, agar dapat
membedakan mana kalimat yang efektif dan mana yang tidak. Agar komunikasi dapat
berjalan dengan baik. Apalagi kedepannya kita akan menjadi seorang pendidik.
Tentulah kita harus tau menggunakan kalimat efektif agar nantinya peserta didik
kita dapat memahami dengan jelas apa yang kita sampaikan baik berupa penjelasan
atau perkataan maupun tulisan.
DAFTAR PUSTAKA
Brainacademy.id (2022, 7 Juni). Pengertian
Kalimat Efektif. Diakses pada 23 September 2022, dari https://www.brainacademy.id/blog/cara-memahami-kalimat-efektif
Kompas.com (2022, 27 Agustus). Pengertian Kalimat
Efektif. Diakses pada 23 September 2022, dari https://www.kompas.com/skola/read/2022/08/27/103000269/kalimat-efektif--pengertian-ciri-ciri-dan-contohnya?page=all
Katadata.co.id (2021, 3 Desember).
Pengertian Kalimat Efektif. Diakses pada 23 September 2022, dari https://katadata.co.id/safrezi/berita/61a88a78b8c8b/contoh-syarat-dan-ciri-ciri-kalimat-efektif-dalam-bahasa-indonesia
Bola.com (2022, 2 Juni). Pengertian Menurut
Para Ahli. Diakses pada 23 September 2022, dari https://www.bola.com/ragam/read/4976456/pengertian-kalimat-efektif-menurut-para-ahli-syarat-ciri-unsur-dan-contohnya
Xerpihan.id (2022, 7 Oktober). Pengertian
Menurut Para Ahli. Diakses pada 23 September 2022, dari https://xerpihan.id/blog/1334/apa-itu-kalimat-efektif-pengertian-ciri-syarat-dan-contoh-kalimat-efektif/
Tinyurl.com (2022, 7 Agustus). Ciri-ciri
Kalimat Efektif. Diakses pada 24 September 2022, dari https://tinyurl.com/2t45w4rm
Penerbitdeeppublish.com (2021, 22 Oktober).
Contoh kalimat efektif dan tidak efektif. Diakses pada 24 September 2022, dari https://penerbitdeepublish.com/contoh-kalimat-tidak-efektif/
123dok.com (2022). Penyebab
Ketidakefektifan Kalimat. Diakses pada 24 September 2022, dari https://123dok.com/article/faktor-penyebab-ketidakefektifan-kalimat-kalimat-kalimat-efektif.dzx34g4z
Cerdika.com (2020, 1 April). Struktur
Kalimat Efektif. Diakses pada 24 September 2022, dari https://cerdika.com/kalimat-efektif/
Majalahpendidikan.com (2022, 1 September).
Unsur-unsur Kalimat Efektif. Diakses pada 24 September 2022, dari https://majalahpendidikan.com/spok/
Zalzabila, Adinda Nafa dkk.2020. Pengertian
dan Ciri-Ciri Kalimat Efektif dan Penggunaan Kalimat Efektif. Sumatera Barat:
STIKES Sumatera Barat, dari https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0,5&qsp=3&q=pengertian+kalimat+efektif&qst=ib#d=gs_qabs&t=1665466675196&u=%23p%3D8HvzJkKqdhgJ

keren
BalasHapus